TTT Negeri Temui Anggota DPRD

Mengabdi 20 Tahun, Tak Masuk Daftar CPNS

SOLO – Enam perwakilan tenaga tidak tetap (TTT) di sekolah negeri, mendatangi DPRD Kota Surakarta, kemarin. Mereka mengeluh, karena namanya tidak masuk database calon pegawai negeri sipil (CPNS).

”Saat pendataan pertama, nama kami masuk database CPNS 2005-2009 di BKN. Namun, nama kami tak muncul lagi dalam database yang telah dimutakhirkan,” ungkap salah seorang TTT di ruang Fraksi PAN, kemarin.

Mereka telah lama mengabdi di dunia pendidikan, baik sebagai staf administrasi, staf tata usaha, tenaga kebersihan, maupun penjaga malam.

Ada yang sudah mengabdi selama 15 tahun, bahkan 28 tahun.

”Saya diangkat dengan SK kepala sekolah sebagai tenaga caraka. Nama saya tidak terdaftar di BKN,” tutur Slamet Sujanto yang sudah bekerja 15 tahun di SMPN 4 Surakarta, kemarin. Pria mengaku mendapat honor Rp 510.000/bulan.

Mereka ingin nama TTT yang sudah lama bekerja di sekolah negeri bisa masuk database daftar tunggu CPNS 2005-2009. Para tenaga honorer itu berharap, anggota DPRD mendukung mereka.

Keinginan sama disampaikan Dwi Kristianti, staf TU SMAN 3 Surakarta.

Wanita yang sudah mengabdi selama 20 tahun itu berharap, keberadaannya diakui BKN sehingga bisa diangkat sebagai PNS.

Ketua FPAN DPRD Surakarta Abdulah Abdulkadir Assegaf mengatakan, akan mendukung perjuangan TTT.

Dia menilai, kondisi TTT cukup memprihatinkan. Ada yang sudah mengabdi 28 tahun, tetapi insentif dari pemerintah hanya Rp 50.000 per bulan.

Menurut dia, penghasilan TTT perlu disesuaikan dengan upah minimun kota yang berlaku di Solo, yakni Rp 590.000/bulan. Masalah itu ada baiknya dibahas lebih lanjut oleh Komisi IV DPRD.

Anggota FPAN sekaligus anggota Komisi IV DPRD Surakarta Samsudin Dahlan mengatakan, para TTT tidak masuk database CPNS BKN karena tidak didanai dengan APBN atau APBD.

Selama ini, mereka menerima honor dari sekolah yang mengangkat dan besarannya disesuaikan dengan kemampuan sekolah masing-masing.

”Jadi honor TTT tidak sama. Saat ini, ada 568 TTT di sekolah negeri di Solo, 50 di antaranya TTT SD, sisanya SMP, SMA, dan SMK,” jelas dia.

http://www.suaramerdeka.com/harian/0612/01/slo05.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: