Agrowisata Sondokoro Tasikmadoe Karanganyar

Bersama adik iparku , hari minggu 12 april 2009 kita weekend ke tempat wisata Sondokoro. aku melakukan perjalanan wisata ke agrowisata Sondokoro dengan mengendarai sepeda motor kesayanganku “zusuki shogun 110 cc “, perjalannan kita dari kartosuro sampai sondokoro memakan waktu kira-kira 45 menitan.


Pada awalnya adik iparku pernah ke sana dengan murit-muritnya TK makarima kartasura, ya mungkin krn kurang puas dia mengajak saya untuk menemaninya ke sondokoro lagi. Biasa dia sebagai guru Taman Kanak-kanak mungkin liburanya terfokus pada anak-anak didiknya yang bandel-bandel, jadi ngk menikmakti liburan.

Didalam lokasi kita bisa menikmati aneka permain dan sarana yang disediakan diantaranya :

- Tour keliling Pabrik Gula dengan naik Lokomotif
– Jembatan Gantung dengan rumah-rumah unik di atas pohon.
– Flying Fox
– Dunia Kreasi
– Panjat Dinding
– Graha Sondokoro (Rumah Tempo Petilasan Ki Sondo dan Ki Koro)
– Ruang Meeting
– Lapangan Tennis
– Griya Resto
– Monumen Giling
– Kolam Renang
– Jalan Refleksi
– Live Music
– Taman Lalu Lintas

Dari sekian banyak fasilitas yang ada yang paling menarik adalah naik kereta uap atau kereta diesel keliling pabrik. Dengan harga Rp. 6.000,- untuk kereta uap dan Rp. 5.000,- untuk kereta diesel, para pengunjung bisa menikmatinya. Tapi jangan heran kalau dihari-hari libur anda harus rela antri dan desak-desakkan ( maklum kurang profesional ) kalu ingin membeli tiket, belum lagi waktu yang lama untuk menunggu kereta datang. karena keretanya hanya ada satu untuk masing-masing. mendingan tiduran di rumah pohon, asik tuh. rumah pohon yang paling aku sukai, biasa beraja menjadi tarzan, aaaaaauuuoooooooOOOOOOOO ………………………. !

Suasananya lumayan asik, di bekas pabrik penggilingan tebu, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Karena tergolong masih baru, jadi belum banyak yang ditawarkan pihak pengelola kepada para pengunjug, salah satu yang sering diminati pengunjung adalah arena outbond, khususnya bagi anak-anak.
Pengelola lebih memfokuskan pada museum kereta api tua, atau lori, karena disini juga dipamerkan beberapa loko kereta api tua, disamping itu juga dipamerkan beberapa alat produksi untuk menggiling padi yang umurnya sudah ratusan tahun.

Seperti tempat wisata laiannya, disini juga tersedia arena bermain bagi anak-anak, namun anak-anak lebih tertarik menaiki kereta api tua yang berkeliling mengitari pabrik penggilingan tebu. Dan yang paling asyik kereta api ini masih menggunakan bahan bakar dari kayu, wah aneh dan sangat klasik kan ?

Tapi sayang udara yang sejuk tiba-tiba harus tercemari dengan asap pabrik yang mengepul tebal dari cerobong, apa lagi suara sirine lokomotif nya bikin kaget orang.

Udarapun jadi tercemar dan membuat pengunjungnya tidak nyaman, sebenarnya aku pingin lama-lama apalagi disondoroso tersebut juga ada beberapa satwa yang pelihara, ya seperti bunbin gitu deh….sehingga keluarga pengunjung bisa mengenal langsung binatang-binatang yang selama ini hanya dilihat di televisi ataupun gambar.

Hanya tiga jam saja saya dengan adik ipar saya menikmati agrowisata Sondokoro. Namun begitu saya senang dapat tahu satu tempat wisata lagi yaitu di Sondokoro, dulu klo ayahku sedang marah-marah pernah bilang “ tak tepang kwe teko sondokoro” yah ayahku marah krn dulu waktu kecil saya bandel dan susah di atur, tapi sekarang dah berubah jadi anak penurut ma ortu kok, he he he he. Ternyata sondokoro itu cuman deket. saya sempat terbesit fikiran, dulu mau donk di tendang ma bapak sampai di sondororo sekalian rekrasi, asal tendanganya ngk sakit.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: